Langsung ke konten utama

Apresiasi dan kritik seni

menurut saya, apresiasi yaitu proses penghayatan dan peleburan jiwa terhadap karya seni yang diolahnya dengan pikiran. bahkan njiwa bias melayang laying tak tentu arah hanya karena mengikuti alur cerita yang terutarakan pada karya seni tersebut. penghayatan karya seni adalah hal yang sangat istimewa, seru dan menambah wawasan terhadap dunia ini. bahkan dengan mengapresiasi karya seni, kita menjadi lebih paham tentang bagaimana kita akan bertingkah laku kelak.gaya seni itu bernbagai macam warna karya. dengan adanya apresiasi ini semuanya bias terungkap dengan tanpa kekerasan kehidupan yang hanya melilit pada kefanaan hidup yang terulang dan terulang oleh hal yang sebenarnya kita mengetahui itu telah terjadi tetapi kita membiarkan hal itu terjadi kepada kita tanpa kita mengintropeksi diri bagaimana kita harus bertindak ketika kita telah melakukan hal. atau kita telah nmengerjakan sesuatu. kegagalan dalam hidup itu bukan dinilai dari seberapa keras kamu berusaha, tetapi seberapa keras kamu bertahan dalam belenggu kegagalan yang terus terulang ketika telah mencapai keputusasaan yang sangat memberatkan diri. mungkin ketika orang yang lemah pikiranya akan menyerah hanya dalam hitungan detik menuju jam. tetapi ketika ada orang yang terus berusaha dan bertahan dalam keputusasaan itu dan mencari sebuah cahaya kebenaran yang akan terwujud ketika kita telah menggapai asa kehidupan.
 kehidupan ketika tidak ada pengapresiasi tidaklah ada wartawan, karena apa? karena dengan mengapresiasi sesuatu kita merasa tersanjung dan melakukan keberhsilan again again and again.
mungin itu dulu yang saya sampaikan.
see you

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kitab "fathul madjid" (qiyamuhu binafsihi) filsafat #5

           sifat yang kelima adalah qiyamuhu binafsihi, yang berarti berdiri sendiri tidak membutuhkan tempat dan dzat yang mewujudkanya.           Dasarnya adalah : andai ALLAH itu butuh tempat, maka ALLAH adalah sifat sebagaimana sifat putih yang butuh pada dzat itu juga dikatakan sifat.          ALLAH tidak pantas berupa sifat , karena ALLAH itu bersifatan dengan beberapa sifat, sedang sifat tidak bersifatan dengan beberapa sifat.          Andai ALLAH butuh kepada dzat yang memperbaharuinya, maka terjadilah daur dan tasalsul, keduanya ini mustahil bagi ALLAH. ALLAH wajib berdiri sendiri dan mustahil ALLAH butuh tempat.      ketika berfikir tentang manusia, manusia adalah makhluk yang rapuh sekali dibandingkan dengan planet dan kumpulan galaksi galaksi yang tertata dengan rapi di jagad raya ini.       bahkan ketika ditelisik dari sejar...

Kitab "fathul madjid" (kalam) filsafat #13 part 2

(SAMBUNGAN) sifat yang menempati Dzatnya ALLAH itu suci dari hal-hal tersebut. Sifat yang menempati Dzatnya ALLAH itu suci dari hal-hal tersebut. Sifat dahuilu yang menempati Dzatnya ALLAH tidak bisa dipahami dari lafadz lafadz mulia yang juga bisa menunjukkan arti. Sesungguhnya kalam ALLAH menyatu atas dua perkara : Ø   Sifat dahulu yang menempati Dzatnya ALLAH ini dibersihkan ndari permulaan, akhiran, huruf, suara, dan lain-lain. Ø     Lafadz yang diturunkan kepada Nabio kita yang kita sebut AL-QUR’AN. Orang yang bil;ang bahwa surat itu tidak termasuk kalam ALLAH maka orang itu kafir. Kalam ALLAH dengan makna yang akhir itu termasuk perkara bartu yang ALLAH jadikanb dalam Lauhil Mahfud. Juga dijadikan dalil untuk menunjukkan kalam ALLAH yang dahulu yang menempati Dzat ALLAH yang telah bersifatan seperti mnakhluk. Imam ahmad tidak senang mengatakan bahwa ALQUR’AN adalah makhluk karena dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman bagi orang yang bertanya tentan...

kitab "fathul madjid" (wujud) filsafat #1

                                                 Lukisan Basoeki Abdullah "Jika Tuhan Murka." kupas kitab fathul madjid kitab fathul madjid adalah kitab karangan dari Syeikh Nawawi bi umar al jawi. beliau dalam kitab ini mengkaji tentang AQIDAH. dalam kesempatan ini saya akan mengupas tentang sifat wajib ALLAH yang pertama yaitu, WUJUD 1. WUJUD wujud dalam bahasa indonesia berarti ada. (wujud) dalam sifat ALLAH ada dua arti. a. ghairu wujud (tidak ada), yang bisa disebut (ha')al (pertengahan antara ada dan tidak ada. dalam hal ini yang bisa kita pahami adalah ketika kita sudah percaya bahwa tuhan tu nyata adanya. hanya mata kita yang tidak kuat untuk melihat wujud beliau. b. 'ain wujud, "wujud" tidak merupakan tambahan atas "dzatulwujud" di mana sifat (wujud) itu ada pada kenyataannya seperti "dzat" andaikan penghalang mata dibuka. adanya tuhan i...