Langsung ke konten utama

hidup penuh fana

hidupn penuh dengan kefanaan yang membelenggu kehidupan realis dengan mencekngram mangsa yang terus berlari mencari cahaya kebenaran hidup dan foya foya. apakan dengan hanya mencari foya foya hidup akan tenang?, relative. ketika kita telah mendapat sebuah keberhasilan pasti sebagian besar dari kita melalaikan janji lama, perkataan lama, dan melupakan rengekan kehidupan yang terus menggonggong bagainanjing lapar yang menari hidangan walaupun itu seminggu sekali mendapatkan makanan.
berwana ketika kita merubah maindset pikiran kita tentang hal negative yang ada dalam kehidupan fana ini. dengan mengubahnya menjadi hal yang sangat positive maka akan berdampak sangat signifikan sekali pada nkita dengan mengucurkan keajaiban yang menurut sebagian orang hanyalah mitos dibalik mitos.
hiduplah dengan apa adanya. berusaha ketika ingin mendapatkan sesuatu. bekerja keras ketika menginginkan sebuah pengakuan dari manusia. lantas apakah kehidupan ini telah damain ketika kita telah menemukan pencerahan hidup yang terus mengalir?, tidak., dikarenakan kita selalu membutuhkan tuhan dalam hati ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kitab "fathul madjid" (qiyamuhu binafsihi) filsafat #5

           sifat yang kelima adalah qiyamuhu binafsihi, yang berarti berdiri sendiri tidak membutuhkan tempat dan dzat yang mewujudkanya.           Dasarnya adalah : andai ALLAH itu butuh tempat, maka ALLAH adalah sifat sebagaimana sifat putih yang butuh pada dzat itu juga dikatakan sifat.          ALLAH tidak pantas berupa sifat , karena ALLAH itu bersifatan dengan beberapa sifat, sedang sifat tidak bersifatan dengan beberapa sifat.          Andai ALLAH butuh kepada dzat yang memperbaharuinya, maka terjadilah daur dan tasalsul, keduanya ini mustahil bagi ALLAH. ALLAH wajib berdiri sendiri dan mustahil ALLAH butuh tempat.      ketika berfikir tentang manusia, manusia adalah makhluk yang rapuh sekali dibandingkan dengan planet dan kumpulan galaksi galaksi yang tertata dengan rapi di jagad raya ini.       bahkan ketika ditelisik dari sejar...

Kitab "fathul madjid" (kalam) filsafat #13 part 2

(SAMBUNGAN) sifat yang menempati Dzatnya ALLAH itu suci dari hal-hal tersebut. Sifat yang menempati Dzatnya ALLAH itu suci dari hal-hal tersebut. Sifat dahuilu yang menempati Dzatnya ALLAH tidak bisa dipahami dari lafadz lafadz mulia yang juga bisa menunjukkan arti. Sesungguhnya kalam ALLAH menyatu atas dua perkara : Ø   Sifat dahulu yang menempati Dzatnya ALLAH ini dibersihkan ndari permulaan, akhiran, huruf, suara, dan lain-lain. Ø     Lafadz yang diturunkan kepada Nabio kita yang kita sebut AL-QUR’AN. Orang yang bil;ang bahwa surat itu tidak termasuk kalam ALLAH maka orang itu kafir. Kalam ALLAH dengan makna yang akhir itu termasuk perkara bartu yang ALLAH jadikanb dalam Lauhil Mahfud. Juga dijadikan dalil untuk menunjukkan kalam ALLAH yang dahulu yang menempati Dzat ALLAH yang telah bersifatan seperti mnakhluk. Imam ahmad tidak senang mengatakan bahwa ALQUR’AN adalah makhluk karena dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman bagi orang yang bertanya tentan...

kitab "fathul madjid" (wujud) filsafat #1

                                                 Lukisan Basoeki Abdullah "Jika Tuhan Murka." kupas kitab fathul madjid kitab fathul madjid adalah kitab karangan dari Syeikh Nawawi bi umar al jawi. beliau dalam kitab ini mengkaji tentang AQIDAH. dalam kesempatan ini saya akan mengupas tentang sifat wajib ALLAH yang pertama yaitu, WUJUD 1. WUJUD wujud dalam bahasa indonesia berarti ada. (wujud) dalam sifat ALLAH ada dua arti. a. ghairu wujud (tidak ada), yang bisa disebut (ha')al (pertengahan antara ada dan tidak ada. dalam hal ini yang bisa kita pahami adalah ketika kita sudah percaya bahwa tuhan tu nyata adanya. hanya mata kita yang tidak kuat untuk melihat wujud beliau. b. 'ain wujud, "wujud" tidak merupakan tambahan atas "dzatulwujud" di mana sifat (wujud) itu ada pada kenyataannya seperti "dzat" andaikan penghalang mata dibuka. adanya tuhan i...