Langsung ke konten utama

ketiadaan dalam berekspresi

berekspresi itu penting sekali dalam kerkarya seni. menuangkan hasil kerja dalam suatu kehidupan yang penuh dengan makna kehidupannyang telah dilalui dengan tuangan karya pada kanvas ataupun pada kehidupan yang fana ini . kita idaklah perlu melakukan berbagai hal menakjubkan hanya ingin dibanggakan oleh orang lain. melainkan kita harus berkarya seni dengan sepenuh hati. dengan seperti para kyai kyai yang menasehatin murid muridnya ketika mereka melakukan hal yang salah dalam perjuangan kehidupan yang sangat signifikan sekali kehidupan yang terkandung dalam makna yang terus berulang ulang kejadian yang terus merenggut keyakinan diri ketika kita tiak mempunyai asa ataupun masa depan yang cerah ketika hanya menginginkan diri ini menjadi yang terbaik. haruslah menikmati proses agar hidup kita nyaman dan tidak ada kendala apapun yang merenggut ehidupan ini dengan keputus asaan yang mendalam karena tidak bias mengatasi masalah itu sendiri. mnenjadi orang yang sangat dimengerti haruslah mempunyai jniwa krsabaran mennghadapi kehidupan yang terus menghadang kegiatan mendunia. kenapa kehidupan kelak yang sebenarnya adalah kenhidupan abadi kita. tidak ditaati sama sekali?, malah menyukai kehidupan dunia yang sangat urahan ioni ktika engkau hanya memanfaatkannkehidupanmu untuk melakukan hal yang jelek.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kitab "fathul madjid" (wujud) filsafat #1

                                                 Lukisan Basoeki Abdullah "Jika Tuhan Murka." kupas kitab fathul madjid kitab fathul madjid adalah kitab karangan dari Syeikh Nawawi bi umar al jawi. beliau dalam kitab ini mengkaji tentang AQIDAH. dalam kesempatan ini saya akan mengupas tentang sifat wajib ALLAH yang pertama yaitu, WUJUD 1. WUJUD wujud dalam bahasa indonesia berarti ada. (wujud) dalam sifat ALLAH ada dua arti. a. ghairu wujud (tidak ada), yang bisa disebut (ha')al (pertengahan antara ada dan tidak ada. dalam hal ini yang bisa kita pahami adalah ketika kita sudah percaya bahwa tuhan tu nyata adanya. hanya mata kita yang tidak kuat untuk melihat wujud beliau. b. 'ain wujud, "wujud" tidak merupakan tambahan atas "dzatulwujud" di mana sifat (wujud) itu ada pada kenyataannya seperti "dzat" andaikan penghalang mata dibuka. adanya tuhan i...

Kitab "fathul madjid" (qiyamuhu binafsihi) filsafat #5

           sifat yang kelima adalah qiyamuhu binafsihi, yang berarti berdiri sendiri tidak membutuhkan tempat dan dzat yang mewujudkanya.           Dasarnya adalah : andai ALLAH itu butuh tempat, maka ALLAH adalah sifat sebagaimana sifat putih yang butuh pada dzat itu juga dikatakan sifat.          ALLAH tidak pantas berupa sifat , karena ALLAH itu bersifatan dengan beberapa sifat, sedang sifat tidak bersifatan dengan beberapa sifat.          Andai ALLAH butuh kepada dzat yang memperbaharuinya, maka terjadilah daur dan tasalsul, keduanya ini mustahil bagi ALLAH. ALLAH wajib berdiri sendiri dan mustahil ALLAH butuh tempat.      ketika berfikir tentang manusia, manusia adalah makhluk yang rapuh sekali dibandingkan dengan planet dan kumpulan galaksi galaksi yang tertata dengan rapi di jagad raya ini.       bahkan ketika ditelisik dari sejar...

Kitab "fathul madjid" (wahdaniyah) filsafat #6

hancur karena melihat tuhan sifat ALLAH yang keenam yaitu wahdaniyah yang berarti satu. ALLAH bersifat satu didalam dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Arti dari ALLAH bersifat satu di dalam Dzat adalah : Tidak ada yang menyerupai Dzat ALLAH. Dzat ALLAH tidak tersusun dari bagian-bagian itu merupakan sifat-sifat baru dan ALLAH bersih dari sifat sifat baru. Arti ALLAH bersifat satu dalam sifat-Nya adalah: tidak ada seorangpun yang mempunyai sifat, seperti sifat-nya ALLAH. Tidak ada seorangpun yang mempunyai kekuasaan seperti kekuasaannya ALLAH. Begitu seterusnya ALLAH tidak mempunyai 2 sifat yang sama dalam nama dan arti. Seperti dua kekuasaan, 2 kehendak, 2 pengetahuan. tapi ALLAH hanya punya 1 kekuasaan, 1 kehendak, dan 1 pengetahuan. Arti ALLAH bersifat satu dalam perbuatan adalah : semua perbuatan ALLAH tidak ada satupun yang sama dengan perbuatan Makhluk-Nya, baik itu kehendak sendiri ataupun terpaksa. Perbuatan makhluk dengan kehendak sendiri adalah: sebuah pekerjaan, bi...