Langsung ke konten utama

sejiwo seni = sedoyo kaleh seni











https://www.youtube.com/watch?v=S1xfod2itiE

adalah suatu performing art yang digarap oleh, nasyeh a.k.a ipank, alfin, dimas a.k.a samid. mereka bertiga tengah berdiskusi tentang apa itu seni. seni dari pemikiran mereka adalah suatu hal yang dikerjakan oleh kita, tetapi kita sendiri tidak menyadari kehadiran seni itu sendiri. sebenarnya seni adalah suatu yang kita kerjakan entah itu menyapu, melukis, mendesain, menghitung, menggitar, melakukan apapun itu jika menjiwainya dengan irama maka itulah yang dinamakan seni. kenikmatan seni terletak ketika kita menjiwai seni itu sendiri. seni? suatu hal yang estetik di mata orang orang. seni?, suatu hal yang abstrak dimata orang orang. seni?, suatu hal yang tabu dimata orang orang. seni?, suatu hal yang menjijikkan dimata sebagian orang. seni?, suatu hal sebagai alat untuk berjihad bagi sebagian orang. seni?, suiatu hal sebagai alan pendoktrinasi ajakan. seni?, suatu alat penyadaran untuk kalangan tertentu.
     seni itu bisa menjadi apa saja. bia juga menjadi sebuah etika yang dilakukan oleh segelintir orang untuk mnenghadapi sesuatu. mengaji pun juga dengan menggunakan seni. berdoa, membaca kitab. dll.
kita sendiri jika mau menghayati seni itu sendiri, pasti akan hanyut dalam kedamaian yang berirama merdu di hati dan syahdu di pikiran. seni adalah suatu pemikiran yang mendorong kepada estetis untuk menjurus pada prodeo tuhan yang terus menghanyut pada koreografi yang telah diatur oleh tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kitab "fathul madjid" (qiyamuhu binafsihi) filsafat #5

           sifat yang kelima adalah qiyamuhu binafsihi, yang berarti berdiri sendiri tidak membutuhkan tempat dan dzat yang mewujudkanya.           Dasarnya adalah : andai ALLAH itu butuh tempat, maka ALLAH adalah sifat sebagaimana sifat putih yang butuh pada dzat itu juga dikatakan sifat.          ALLAH tidak pantas berupa sifat , karena ALLAH itu bersifatan dengan beberapa sifat, sedang sifat tidak bersifatan dengan beberapa sifat.          Andai ALLAH butuh kepada dzat yang memperbaharuinya, maka terjadilah daur dan tasalsul, keduanya ini mustahil bagi ALLAH. ALLAH wajib berdiri sendiri dan mustahil ALLAH butuh tempat.      ketika berfikir tentang manusia, manusia adalah makhluk yang rapuh sekali dibandingkan dengan planet dan kumpulan galaksi galaksi yang tertata dengan rapi di jagad raya ini.       bahkan ketika ditelisik dari sejar...

Kitab "fathul madjid" (wahdaniyah) filsafat #6

hancur karena melihat tuhan sifat ALLAH yang keenam yaitu wahdaniyah yang berarti satu. ALLAH bersifat satu didalam dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Arti dari ALLAH bersifat satu di dalam Dzat adalah : Tidak ada yang menyerupai Dzat ALLAH. Dzat ALLAH tidak tersusun dari bagian-bagian itu merupakan sifat-sifat baru dan ALLAH bersih dari sifat sifat baru. Arti ALLAH bersifat satu dalam sifat-Nya adalah: tidak ada seorangpun yang mempunyai sifat, seperti sifat-nya ALLAH. Tidak ada seorangpun yang mempunyai kekuasaan seperti kekuasaannya ALLAH. Begitu seterusnya ALLAH tidak mempunyai 2 sifat yang sama dalam nama dan arti. Seperti dua kekuasaan, 2 kehendak, 2 pengetahuan. tapi ALLAH hanya punya 1 kekuasaan, 1 kehendak, dan 1 pengetahuan. Arti ALLAH bersifat satu dalam perbuatan adalah : semua perbuatan ALLAH tidak ada satupun yang sama dengan perbuatan Makhluk-Nya, baik itu kehendak sendiri ataupun terpaksa. Perbuatan makhluk dengan kehendak sendiri adalah: sebuah pekerjaan, bi...

Kitab "fathul madjid" (kalam) filsafat #13 part 2

(SAMBUNGAN) sifat yang menempati Dzatnya ALLAH itu suci dari hal-hal tersebut. Sifat yang menempati Dzatnya ALLAH itu suci dari hal-hal tersebut. Sifat dahuilu yang menempati Dzatnya ALLAH tidak bisa dipahami dari lafadz lafadz mulia yang juga bisa menunjukkan arti. Sesungguhnya kalam ALLAH menyatu atas dua perkara : Ø   Sifat dahulu yang menempati Dzatnya ALLAH ini dibersihkan ndari permulaan, akhiran, huruf, suara, dan lain-lain. Ø     Lafadz yang diturunkan kepada Nabio kita yang kita sebut AL-QUR’AN. Orang yang bil;ang bahwa surat itu tidak termasuk kalam ALLAH maka orang itu kafir. Kalam ALLAH dengan makna yang akhir itu termasuk perkara bartu yang ALLAH jadikanb dalam Lauhil Mahfud. Juga dijadikan dalil untuk menunjukkan kalam ALLAH yang dahulu yang menempati Dzat ALLAH yang telah bersifatan seperti mnakhluk. Imam ahmad tidak senang mengatakan bahwa ALQUR’AN adalah makhluk karena dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman bagi orang yang bertanya tentan...