Langsung ke konten utama

Kitab "fathul madjid" (ilmu) filsafat #9



                                                        "tuhan tak perlu dibela" ipunknaseh collage 70x70

menurut pandangan ulama muslim berikut saya bahas sifat yang kesembilan yaitu sifat ilmu ALLAH (Tuhan).
Sifat yang ke sembilan adalah ‘ilmu (mengetahui) sifat bagi allah yang wujud saja azali yang menetapi DzatNya ALLAH,menjadi terbuka setiap perkara yang diketahui (ma’lum) baik perkara ituuu wajib, jaiz, dan mustahil secara sempurna selain dhon, syak, wahmi, ketiganya ini mustahil bagi ALLAH, juga tidak bisa terbuka secara sempurna.

ALLAH tidak mengikuti Tuhan lain karena mengikuti Ttuhan lain itu mustahil.
Karena sesungguhnya taqlid (mengikuti) tidak menerima perkara batal dengan meragukan perkara ragu, maka tidak terjajdi terbuka yang sempurna.
Sifat ilmu mempunyai hubungan tanjizu (bagian bagian) yang dahulu, yaitu terbukanya perkara wajib, mustahil, dan jaiz.

Perkara yang wajib seperti Dzat dan sifat ALLAH mempunyai arti hubungan sifat ilmu dengan Dzat dan sifatnya ALLAH.

Dzatnya ALLAH itu dahulu, wajib adanya yang tidak edatangan Adam (perkara tidak ada). Dzatnya ALLAH tidak menetapi tempat dan melewati zaman.
Arti hubungan illmunya ALLAH dengan perkara mustahil adallah : ALLAH itu mengetahui perkara mustahil seperti teman, maka wujudnya perkara tadi bisa mendatangkan berbagai kerusaan.

Arti hubungan dengan perkara jaiz adalah ALLLAH mengetahui perkara yang ditemukan dari perkara jaiz atau perkara yang tidak ditemukan.

Sesungguhnya ilmunya ALLLAH itu bisa diketahui secara keseluruhan dan bagiann-bagian. ALLAH bisa mengetaahui perkara yang ada dalam bumi, baik itu berupa gunung, pohon, juga mengetahui perkara yang ada pada langit.

Siapa yang tidak percaya tentang ilmunya ALLAH yang berhubungan dengan juz’iyyah (bagian bagian), maka orang itu termasuk kafir.

Ilmunya ALLAH bisa mengetahui perkara yang sebelum dan sesudah diciptakan. Perkara ghaib itu seperti: perkara yang ada (hadir) pada hak ALLAH. Ilmmu kasad, ilmu badek,, ilmu nadhori, dan illmu dhoruri itu tidak pantas ada pada ALLAH, sebab ilmu itu hanya ada padaa orang yanng bodoh, padahal ALLAH suci dari hal seperti itu.

Dasar ALLAH bersifat ilmu adalah  adanya alam.
Andai ALLAH tidak mengetahui, maka ALLAH bodoh. Andai ALLAH bodoh maka kekuasaan dan kehendak akan sirna dari ALLAH. Apabila sifat kehendak dan kekuasaan itu tidak ada pada ALLAH, maka tidak akan ada alam semessta dan makhluknya sekalipun. Ketika ALLAH bersifat ilmu, maka mstahil bagi ALLAH bersifat ...


Sekian pada kesempatan ini saya akhiri. mungkin ketika ada saran dan kritik mohon tulis dikolom komentar. terima kasih. shalom, namo budhayo, wassalamualaikum, namaste.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kitab "fathul madjid" (wahdaniyah) filsafat #6

hancur karena melihat tuhan sifat ALLAH yang keenam yaitu wahdaniyah yang berarti satu. ALLAH bersifat satu didalam dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Arti dari ALLAH bersifat satu di dalam Dzat adalah : Tidak ada yang menyerupai Dzat ALLAH. Dzat ALLAH tidak tersusun dari bagian-bagian itu merupakan sifat-sifat baru dan ALLAH bersih dari sifat sifat baru. Arti ALLAH bersifat satu dalam sifat-Nya adalah: tidak ada seorangpun yang mempunyai sifat, seperti sifat-nya ALLAH. Tidak ada seorangpun yang mempunyai kekuasaan seperti kekuasaannya ALLAH. Begitu seterusnya ALLAH tidak mempunyai 2 sifat yang sama dalam nama dan arti. Seperti dua kekuasaan, 2 kehendak, 2 pengetahuan. tapi ALLAH hanya punya 1 kekuasaan, 1 kehendak, dan 1 pengetahuan. Arti ALLAH bersifat satu dalam perbuatan adalah : semua perbuatan ALLAH tidak ada satupun yang sama dengan perbuatan Makhluk-Nya, baik itu kehendak sendiri ataupun terpaksa. Perbuatan makhluk dengan kehendak sendiri adalah: sebuah pekerjaan, bi...

Kitab "fathul madjid" (kalam) filsafat #13 part 2

(SAMBUNGAN) sifat yang menempati Dzatnya ALLAH itu suci dari hal-hal tersebut. Sifat yang menempati Dzatnya ALLAH itu suci dari hal-hal tersebut. Sifat dahuilu yang menempati Dzatnya ALLAH tidak bisa dipahami dari lafadz lafadz mulia yang juga bisa menunjukkan arti. Sesungguhnya kalam ALLAH menyatu atas dua perkara : Ø   Sifat dahulu yang menempati Dzatnya ALLAH ini dibersihkan ndari permulaan, akhiran, huruf, suara, dan lain-lain. Ø     Lafadz yang diturunkan kepada Nabio kita yang kita sebut AL-QUR’AN. Orang yang bil;ang bahwa surat itu tidak termasuk kalam ALLAH maka orang itu kafir. Kalam ALLAH dengan makna yang akhir itu termasuk perkara bartu yang ALLAH jadikanb dalam Lauhil Mahfud. Juga dijadikan dalil untuk menunjukkan kalam ALLAH yang dahulu yang menempati Dzat ALLAH yang telah bersifatan seperti mnakhluk. Imam ahmad tidak senang mengatakan bahwa ALQUR’AN adalah makhluk karena dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman bagi orang yang bertanya tentan...

kitab "fathul madjid" (wujud) filsafat #1

                                                 Lukisan Basoeki Abdullah "Jika Tuhan Murka." kupas kitab fathul madjid kitab fathul madjid adalah kitab karangan dari Syeikh Nawawi bi umar al jawi. beliau dalam kitab ini mengkaji tentang AQIDAH. dalam kesempatan ini saya akan mengupas tentang sifat wajib ALLAH yang pertama yaitu, WUJUD 1. WUJUD wujud dalam bahasa indonesia berarti ada. (wujud) dalam sifat ALLAH ada dua arti. a. ghairu wujud (tidak ada), yang bisa disebut (ha')al (pertengahan antara ada dan tidak ada. dalam hal ini yang bisa kita pahami adalah ketika kita sudah percaya bahwa tuhan tu nyata adanya. hanya mata kita yang tidak kuat untuk melihat wujud beliau. b. 'ain wujud, "wujud" tidak merupakan tambahan atas "dzatulwujud" di mana sifat (wujud) itu ada pada kenyataannya seperti "dzat" andaikan penghalang mata dibuka. adanya tuhan i...