Langsung ke konten utama

Kitab "fathul madjid" (qodroh) filsafat #7

"no problem"   ipunknaseh 100x90 AOC 2018



Sifat tuhan menurut pandangan islam
Sifat yang ketujuh adalah qodroh, qodroh berarti kuasa.
Sifat yang ada pada ALLAH sejak azali yang selalu menepati Dzatnya ALLAH, jadi bisa mewujudkan perkara yang mungkin dan tidak mungkin.
Arti dari mewujudkan perkara yang mungkin adalah berhasilnya mengeluarkan perkara mungkin dari tidak ada ke ada, maka terjadilah hubungan sifat qodroh dengan ma’dum (perkara tidak ada) yang menyebabkan adanya ma’dum.

Serta qodroh hubungan dengn maujud (perkara ada) yang menyebabkan tidak adanya.
Hubungan qodroh dengan maujud dan ma’dum merupakan hubungan tanjazii yang baru maksud hubungan tanjizu ..... adalah hubungan dengan pekerjaan.
Sifat qodroh mempunyai hubungan yang suluhi (bagus) sejak azali untuk mewujudkan dan meniadakan. ALLAH menjadikan seseorang itu tinggi atau pendek, hubungan itu khusus pada keadaan yanng ada pada seseorang.
Ketahuilah bahwa sifat qodroh tidak berhubungan kecuali dengan perkara yang mungkin. Maka qodroh tidak berhubungan dengan perkara wajib seperti zat  dan sifatnya ALLAH. Juga tidak hubungan dengan perkara mustahil seperti ALLAH punya teman.
Kedudukan bahwa sifat qodroh adalah mewujudkan dan meniadakan perkara, zat dan sifat ALLAH itu wujud, sedangkan mewujudkan perkara yang wujud (ada) adalah mustahil karena merupakan tahsilul hasil (menghasilkaan perkara yang sudah hasil).
Sifat qodroh berhubungan dengan perkara mungkin tidak berhubungan dengan perkara wajib dan mustahil.
Ketahuilah bahwa sifat qodroh tidak membekas pada perkara yang mungkin, tapi membekas pada dzatnya ALLAH.
Ibnu Dzikra berkata : perbuatan itu untuk zat yang mempunyai beberapa sifat. Barang siapa yang meyakini bahwa sifat qodroh itu membekas pada perkara mungkin atau bersamaan dengan zat maka orang itu termasuk kafir.
Termasuk ucapan orang umum yang haram adalah sifat qodroh mengupayakan dengan sifat tersebut dan tidak menjadi sebab dalam upaya tersebut. Haramnya ucapan tersebut adalah tidak sengaja menyandarkan pekerjaan terhadap qodroh.
Apabila sengaja menyandarkannya maka orang tadi dihukum sebagai kafir.

Sekian pada kesempatan ini saya akhiri. mungkin ketika ada saran dan kritik mohon tulis dikolom komentar. terima kasih. shalom, namo budhayo, wassalamualaikum, namaste.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kitab "fathul madjid" (qiyamuhu binafsihi) filsafat #5

           sifat yang kelima adalah qiyamuhu binafsihi, yang berarti berdiri sendiri tidak membutuhkan tempat dan dzat yang mewujudkanya.           Dasarnya adalah : andai ALLAH itu butuh tempat, maka ALLAH adalah sifat sebagaimana sifat putih yang butuh pada dzat itu juga dikatakan sifat.          ALLAH tidak pantas berupa sifat , karena ALLAH itu bersifatan dengan beberapa sifat, sedang sifat tidak bersifatan dengan beberapa sifat.          Andai ALLAH butuh kepada dzat yang memperbaharuinya, maka terjadilah daur dan tasalsul, keduanya ini mustahil bagi ALLAH. ALLAH wajib berdiri sendiri dan mustahil ALLAH butuh tempat.      ketika berfikir tentang manusia, manusia adalah makhluk yang rapuh sekali dibandingkan dengan planet dan kumpulan galaksi galaksi yang tertata dengan rapi di jagad raya ini.       bahkan ketika ditelisik dari sejar...

Kitab "fathul madjid" (wahdaniyah) filsafat #6

hancur karena melihat tuhan sifat ALLAH yang keenam yaitu wahdaniyah yang berarti satu. ALLAH bersifat satu didalam dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Arti dari ALLAH bersifat satu di dalam Dzat adalah : Tidak ada yang menyerupai Dzat ALLAH. Dzat ALLAH tidak tersusun dari bagian-bagian itu merupakan sifat-sifat baru dan ALLAH bersih dari sifat sifat baru. Arti ALLAH bersifat satu dalam sifat-Nya adalah: tidak ada seorangpun yang mempunyai sifat, seperti sifat-nya ALLAH. Tidak ada seorangpun yang mempunyai kekuasaan seperti kekuasaannya ALLAH. Begitu seterusnya ALLAH tidak mempunyai 2 sifat yang sama dalam nama dan arti. Seperti dua kekuasaan, 2 kehendak, 2 pengetahuan. tapi ALLAH hanya punya 1 kekuasaan, 1 kehendak, dan 1 pengetahuan. Arti ALLAH bersifat satu dalam perbuatan adalah : semua perbuatan ALLAH tidak ada satupun yang sama dengan perbuatan Makhluk-Nya, baik itu kehendak sendiri ataupun terpaksa. Perbuatan makhluk dengan kehendak sendiri adalah: sebuah pekerjaan, bi...

Kitab "fathul madjid" (kalam) filsafat #13 part 2

(SAMBUNGAN) sifat yang menempati Dzatnya ALLAH itu suci dari hal-hal tersebut. Sifat yang menempati Dzatnya ALLAH itu suci dari hal-hal tersebut. Sifat dahuilu yang menempati Dzatnya ALLAH tidak bisa dipahami dari lafadz lafadz mulia yang juga bisa menunjukkan arti. Sesungguhnya kalam ALLAH menyatu atas dua perkara : Ø   Sifat dahulu yang menempati Dzatnya ALLAH ini dibersihkan ndari permulaan, akhiran, huruf, suara, dan lain-lain. Ø     Lafadz yang diturunkan kepada Nabio kita yang kita sebut AL-QUR’AN. Orang yang bil;ang bahwa surat itu tidak termasuk kalam ALLAH maka orang itu kafir. Kalam ALLAH dengan makna yang akhir itu termasuk perkara bartu yang ALLAH jadikanb dalam Lauhil Mahfud. Juga dijadikan dalil untuk menunjukkan kalam ALLAH yang dahulu yang menempati Dzat ALLAH yang telah bersifatan seperti mnakhluk. Imam ahmad tidak senang mengatakan bahwa ALQUR’AN adalah makhluk karena dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman bagi orang yang bertanya tentan...