Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Kitab "fathul madjid" (qiyamuhu binafsihi) filsafat #5

           sifat yang kelima adalah qiyamuhu binafsihi, yang berarti berdiri sendiri tidak membutuhkan tempat dan dzat yang mewujudkanya.           Dasarnya adalah : andai ALLAH itu butuh tempat, maka ALLAH adalah sifat sebagaimana sifat putih yang butuh pada dzat itu juga dikatakan sifat.          ALLAH tidak pantas berupa sifat , karena ALLAH itu bersifatan dengan beberapa sifat, sedang sifat tidak bersifatan dengan beberapa sifat.          Andai ALLAH butuh kepada dzat yang memperbaharuinya, maka terjadilah daur dan tasalsul, keduanya ini mustahil bagi ALLAH. ALLAH wajib berdiri sendiri dan mustahil ALLAH butuh tempat.      ketika berfikir tentang manusia, manusia adalah makhluk yang rapuh sekali dibandingkan dengan planet dan kumpulan galaksi galaksi yang tertata dengan rapi di jagad raya ini.       bahkan ketika ditelisik dari sejar...

Kitab "fathul madjid" (mukholafat lil chawaditsi) filsafat #4

                                " Wayang " by Soedibio, Medium: oil on canvas laid on board          Sifat tuhan yang keempat adalah mukholafatul lil chawaditsi yang berarti berbeda dengan makhluk.                   berbeda dengan makhluk tidak pada dzat, sifat dan perbuatan ALLAH. Sesungguhnya Dzat ALLAH itu tidak berbentuk seperti Dzatnya makhluk. Sifat ALLAH juga tidak sama dengan sifat makhluk yang baru.                    Sedangkan perbuatan ALLAH tidak sama dengan perbuatan makhluk. Seperti Firman ALLAH. "laisa kamislihi syai'un"        dasarnya adalah : andai ALLAH ada yang menyerupai dalam Dzat, sifat dan perbuatan maka ALLAH itu baru.                Sesungguhnya setiap perkara yang boleh atas salah satu dua per...

Kitab "fathul madjid" (baqo') filsafat #3

                                                 inferno    sekarang ini saya akan menjelaskan tentang arti dari sifat baqo'.  baqo' berarti tidak ada akhir dalam menciptakan sesuatu (kekal).     Dasar atas kekalNya ALLAH adalah : Andai ALLAH itu bertemu dengan perkara yang tidak ada, maka ALLAH termasuk baru sebab settiap sesuatu yang tidak ada pasti dahulu.         Setiap perkara yang tidak ada itu boleh wujud, setiap orang yang boleh wujud pasti baru, setiap perkara baru itu tidak boleh,, padahal sifat dahulu merupakan sifat yang ada pada ALLAH.   فَاللهُ مَوْجُوْدٌ قَدِيْمٌ بَاقِيْ # مُخَالِفٌ لِلْخَلْقِ بِاْلإِطْلاَقِ (kifayatulawam) " Maka ALLAH adalah Dzat yang bersifat Wujud (ada), Qadim (tidak ada permulaanya). baqo' (kekal). dan berbeda dengan makhluk secara mutlak". ALLAH bersifat kekal...

Kitab "fathul madjid" (qidam) filsafat #2

                                        Ilustrasi lukisan abad pertengahan tentang terjadinya Perang Salib Kitab "fathul madjid" (qidam) filsafat #2 qidam (dahulu)    berarti tidak ada permukaan atas wujudnya ALLAH.   Tidak seperti perkara baru (manusia) yang wujudnya didahului dengan dijadikanya manusia dari air mani (sperma). Dasar atas dahulunya ALLAH adalah andai ALLAH tidak dahulu, dan maka ALLAH adalah perkara baru, tidak pertengahan antara Dzat dahulu dan baru. Setiap perkara yang tidak dahulu pasti baru. Andai ALLAH bersifat baru maka ALLAH butuh orang yang membaruinya begitu seterusnya maka akan terjadi tasalsul (lingkaran mata rantai) Saya umpamakan mobil, karena mobil adalah alat transportasi manusia yang selalu di perbaharui. Dengan perkembangan zaman, mobil dievolusi terus menerus oleh manusia agar dapat memberikan sensasi kenyamanan berkendara. ...

kitab "fathul madjid" (wujud) filsafat #1

                                                 Lukisan Basoeki Abdullah "Jika Tuhan Murka." kupas kitab fathul madjid kitab fathul madjid adalah kitab karangan dari Syeikh Nawawi bi umar al jawi. beliau dalam kitab ini mengkaji tentang AQIDAH. dalam kesempatan ini saya akan mengupas tentang sifat wajib ALLAH yang pertama yaitu, WUJUD 1. WUJUD wujud dalam bahasa indonesia berarti ada. (wujud) dalam sifat ALLAH ada dua arti. a. ghairu wujud (tidak ada), yang bisa disebut (ha')al (pertengahan antara ada dan tidak ada. dalam hal ini yang bisa kita pahami adalah ketika kita sudah percaya bahwa tuhan tu nyata adanya. hanya mata kita yang tidak kuat untuk melihat wujud beliau. b. 'ain wujud, "wujud" tidak merupakan tambahan atas "dzatulwujud" di mana sifat (wujud) itu ada pada kenyataannya seperti "dzat" andaikan penghalang mata dibuka. adanya tuhan i...