inferno
sekarang ini saya akan menjelaskan tentang arti dari sifat baqo'.
baqo' berarti tidak ada akhir dalam menciptakan sesuatu (kekal).
Dasar atas kekalNya ALLAH adalah : Andai ALLAH itu bertemu dengan perkara yang tidak ada, maka ALLAH termasuk baru sebab settiap sesuatu yang tidak ada pasti dahulu.
Setiap perkara yang tidak ada itu boleh wujud, setiap orang yang boleh wujud pasti baru, setiap perkara baru itu tidak boleh,, padahal sifat dahulu merupakan sifat yang ada pada ALLAH.
فَاللهُ مَوْجُوْدٌ قَدِيْمٌ بَاقِيْ # مُخَالِفٌ لِلْخَلْقِ بِاْلإِطْلاَقِ (kifayatulawam)
" Maka ALLAH adalah Dzat yang bersifat Wujud (ada), Qadim (tidak ada permulaanya). baqo' (kekal). dan berbeda dengan makhluk secara mutlak".
ALLAH bersifat kekal tidak seperti Makhluk ciptaanya. ALLAH tidak berawal dan berakhir.
- sebagai contoh yaitu, Manusia membuat kursi, kursi untuk duduk. kursi bentuknya sangat jauh dengan manusia. kursi bersifat baru dan ketika rusak akan dibuang, kalau tidak didaur ulang. kursi sebelum jadi kursi adalah pohon, pohon sebelum jadi pohon dia adalah benih.
hal ini sudah membentuk rantai (tasalsul/berulang-ulang).
ALLAH sangat mustahil bersifat tasalsul.
kesimpulan dari dalil diatas adalah: Andai ALLAH tidak besifat kekal, maka ALLAH boleh tidak ada, yang menyebabkkan ALLAH tidak bersifat dahulu.
Sifat Qidam itu harus pada ALLAH sebagai bukti ALLAH bersifat baqo', ketika ALLAH bersifat Baqo', maka mustahil bagi ALLAH bersifat Fana' (sirna).

Komentar
Posting Komentar