Langsung ke konten utama

Kitab "fathul madjid" (baqo') filsafat #3




                                                 inferno

   sekarang ini saya akan menjelaskan tentang arti dari sifat baqo'. 
baqo' berarti tidak ada akhir dalam menciptakan sesuatu (kekal).
    Dasar atas kekalNya ALLAH adalah : Andai ALLAH itu bertemu dengan perkara yang tidak ada, maka ALLAH termasuk baru sebab settiap sesuatu yang tidak ada pasti dahulu.
   
    Setiap perkara yang tidak ada itu boleh wujud, setiap orang yang boleh wujud pasti baru, setiap perkara baru itu tidak boleh,, padahal sifat dahulu merupakan sifat yang ada pada ALLAH.

  فَاللهُ مَوْجُوْدٌ قَدِيْمٌ بَاقِيْ # مُخَالِفٌ لِلْخَلْقِ بِاْلإِطْلاَقِ (kifayatulawam)
" Maka ALLAH adalah Dzat yang bersifat Wujud (ada), Qadim (tidak ada permulaanya). baqo' (kekal). dan berbeda dengan makhluk secara mutlak".

ALLAH bersifat kekal tidak seperti Makhluk ciptaanya. ALLAH tidak berawal dan berakhir. 
 - sebagai contoh yaitu, Manusia membuat kursi, kursi untuk duduk. kursi bentuknya sangat jauh dengan manusia. kursi bersifat baru dan ketika rusak akan dibuang, kalau tidak didaur ulang. kursi sebelum jadi kursi adalah pohon, pohon sebelum jadi pohon dia adalah benih. 
hal ini sudah membentuk rantai (tasalsul/berulang-ulang).
ALLAH sangat mustahil bersifat tasalsul.

kesimpulan dari dalil diatas adalah: Andai ALLAH tidak besifat kekal, maka ALLAH boleh tidak ada, yang menyebabkkan ALLAH tidak bersifat dahulu.

 Sifat Qidam itu harus pada ALLAH sebagai bukti ALLAH bersifat baqo', ketika ALLAH bersifat Baqo', maka mustahil bagi ALLAH bersifat Fana' (sirna).

sekian pada kesempatan ini saya akhiri. mungkin ketika ada saran dan kritik mohon tulis dikolom komentar. terima kasih. shalom, namo budhayo, wassalamualaikum, namaste.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kitab "fathul madjid" (wahdaniyah) filsafat #6

hancur karena melihat tuhan sifat ALLAH yang keenam yaitu wahdaniyah yang berarti satu. ALLAH bersifat satu didalam dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Arti dari ALLAH bersifat satu di dalam Dzat adalah : Tidak ada yang menyerupai Dzat ALLAH. Dzat ALLAH tidak tersusun dari bagian-bagian itu merupakan sifat-sifat baru dan ALLAH bersih dari sifat sifat baru. Arti ALLAH bersifat satu dalam sifat-Nya adalah: tidak ada seorangpun yang mempunyai sifat, seperti sifat-nya ALLAH. Tidak ada seorangpun yang mempunyai kekuasaan seperti kekuasaannya ALLAH. Begitu seterusnya ALLAH tidak mempunyai 2 sifat yang sama dalam nama dan arti. Seperti dua kekuasaan, 2 kehendak, 2 pengetahuan. tapi ALLAH hanya punya 1 kekuasaan, 1 kehendak, dan 1 pengetahuan. Arti ALLAH bersifat satu dalam perbuatan adalah : semua perbuatan ALLAH tidak ada satupun yang sama dengan perbuatan Makhluk-Nya, baik itu kehendak sendiri ataupun terpaksa. Perbuatan makhluk dengan kehendak sendiri adalah: sebuah pekerjaan, bi...

Kitab "fathul madjid" (kalam) filsafat #13 part 2

(SAMBUNGAN) sifat yang menempati Dzatnya ALLAH itu suci dari hal-hal tersebut. Sifat yang menempati Dzatnya ALLAH itu suci dari hal-hal tersebut. Sifat dahuilu yang menempati Dzatnya ALLAH tidak bisa dipahami dari lafadz lafadz mulia yang juga bisa menunjukkan arti. Sesungguhnya kalam ALLAH menyatu atas dua perkara : Ø   Sifat dahulu yang menempati Dzatnya ALLAH ini dibersihkan ndari permulaan, akhiran, huruf, suara, dan lain-lain. Ø     Lafadz yang diturunkan kepada Nabio kita yang kita sebut AL-QUR’AN. Orang yang bil;ang bahwa surat itu tidak termasuk kalam ALLAH maka orang itu kafir. Kalam ALLAH dengan makna yang akhir itu termasuk perkara bartu yang ALLAH jadikanb dalam Lauhil Mahfud. Juga dijadikan dalil untuk menunjukkan kalam ALLAH yang dahulu yang menempati Dzat ALLAH yang telah bersifatan seperti mnakhluk. Imam ahmad tidak senang mengatakan bahwa ALQUR’AN adalah makhluk karena dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman bagi orang yang bertanya tentan...

kitab "fathul madjid" (wujud) filsafat #1

                                                 Lukisan Basoeki Abdullah "Jika Tuhan Murka." kupas kitab fathul madjid kitab fathul madjid adalah kitab karangan dari Syeikh Nawawi bi umar al jawi. beliau dalam kitab ini mengkaji tentang AQIDAH. dalam kesempatan ini saya akan mengupas tentang sifat wajib ALLAH yang pertama yaitu, WUJUD 1. WUJUD wujud dalam bahasa indonesia berarti ada. (wujud) dalam sifat ALLAH ada dua arti. a. ghairu wujud (tidak ada), yang bisa disebut (ha')al (pertengahan antara ada dan tidak ada. dalam hal ini yang bisa kita pahami adalah ketika kita sudah percaya bahwa tuhan tu nyata adanya. hanya mata kita yang tidak kuat untuk melihat wujud beliau. b. 'ain wujud, "wujud" tidak merupakan tambahan atas "dzatulwujud" di mana sifat (wujud) itu ada pada kenyataannya seperti "dzat" andaikan penghalang mata dibuka. adanya tuhan i...