" Wayang " by Soedibio, Medium: oil on canvas laid on board
Sifat tuhan yang keempat adalah mukholafatul lil chawaditsi yang berarti berbeda dengan makhluk.
berbeda dengan makhluk tidak pada dzat, sifat dan perbuatan ALLAH. Sesungguhnya Dzat ALLAH itu tidak berbentuk seperti Dzatnya makhluk. Sifat ALLAH juga tidak sama dengan sifat makhluk yang baru.
Sedangkan perbuatan ALLAH tidak sama dengan perbuatan makhluk. Seperti Firman ALLAH.
"laisa kamislihi syai'un"
dasarnya adalah : andai ALLAH ada yang menyerupai dalam Dzat, sifat dan perbuatan maka ALLAH itu baru.
"laisa kamislihi syai'un"
dasarnya adalah : andai ALLAH ada yang menyerupai dalam Dzat, sifat dan perbuatan maka ALLAH itu baru.
Sesungguhnya setiap perkara yang boleh atas salah satu dua perkara yang sama maka perkara tadi boleh atas lainnya. Maka akan terjadi daur dan tasalsul yang merupakan mustahil bagi ALLAH. Sesungguhnya ALLAH wajib bersifat dahulu, ketika ALLAH bersifat dahulu maka ALLAH sepi dari perkara baru. Ketika ALLAH sepi dari perkataan baru, maka akan berhasil apa yang kita tuntut yaiku Mukholafatul lil chawaditsi, maka ALLAH mustahil bersifat sama dengan makhluknya.
sekian pada kesempatan ini saya akhiri. mungkin ketika ada saran dan kritik mohon tulis dikolom komentar. terima kasih. shalom, namo budhayo, wassalamualaikum, namaste.

Komentar
Posting Komentar