Sifat yang
keduabelas adalah sifat bashor (melihat). Sifat yang ada pada ALLAH sejak zaman azali. Setiap perkara yang
ada bisa terbuka dengan sifat bashar.
Sifat bashae berhubungan dengan perkara yang ada, baik berupa zat atau suara. Kita wajib iman terhadap sifat tersebut meski kita tidak tahu caranya hubungan. ALLAH melihat tidak menggunakan mata karena melihat dengan mata merupakan sifat baru yang berada pada makhluk. Sifat bashar tidak melebihi sifat sama’ dan sebaliknya bahkan ALLAH melihat dan mendengar dalam satu masa, berbeda dengan makhluk, pengliatan mereka melebihi pen dengaranya, begitu setebaliknya.
Sesungguhnya sifat sama’ dan bashar berhubungan dengan perkara yang ada. Terbukanya dengan saama’ tidak seperti terbukanya dengan bashar, seperti terbukanya dengan ilmu itu tidak terbuka pada keduanya (sama’ dan bashar) yang mengetahui sejatinya terbuka hanyalah ALLAH.
Hubungan sifat sama; dan bashar dinisbatkan dengan perkara baru sebelum diciptakan adalah hubungan suluhi (baik), bila sesudah diciptaakan maka hubungannya tsan jazI (bagian –bagian) YANG baru.
Adapun sifat sama’’ dan bashar bila dinisbatkan dengaan dzat dan sifat itu berhubungan derngaan tanjuzzi qodim (bagian-baian terdahulu)
Dalil ALLAH bersifat bashar terdapat dalam alqur’an :
WALLAHU BASHIRUMBMTA’MALUUUN
INNALLAHA SSAMI’UMB ASHIR.
Andai ALLAH tidak melihat, maka ALLAH buta, padahal buta merupakan kekurangan, ketika ALLAH bersifat bashar maka mustahil bagi allah bersifat ’ama.
Sekian pada kesempatan ini saya akhiri. mungkin ketika ada saran dan kritik mohon tulis dikolom komentar. terima kasih. shalom, namo budhayo, wassalamualaikum, namaste.
Komentar
Posting Komentar