slowly honey, collage, 70x70 ipunknaseh
Sifat yang
kesebelas adalah sama’ (mendengar) sifat yang ada pada ALLAH yang ada sejak zaman
azali, yang berhubungan dengan perkara
yang ada, baik berupa zat dan suara.
ALLAH
mendengar zat-Nya dengan sifat pedengaran-Nya, begitu seterusnya. Pendengaran ALLAH
itu bisa membuka perkara yang ada. Maka ALLAH bisa mendengar pada setiap suara
dan zat.
Dikatakan :
bahwa sesungguhnya pendengaran ALLAH dengan suara itu nyata kalau dengan zat
itu tidak nyata.
Kita wajib
percaya bahwa sifat sama’ itu berhubungan dengan setiap perkara yang wujud,
meski kita tidak mengerti.
Sifat sama’
ALLAH tidaklah telinga sebagaimana sama’ yang ada pada makhluknya. Sifat sama’
ALLAH juga tidak ada perkara baru yang
mendatangi-Nya, seperti tuli.
Dalil ALLAH
bersifat sama’ ada pada hadits dan Al-Qur’an:
-huwa
sami’u bashir
-innakum la
tadd’uuna asima wa la ghoiban innakum tad’uuna sami’unqoriban mujiba.
(sesunggunya
kamu tiak berdo’a pada dzat tuli dan tidak
ada tapi berdo’a pada dzat yang mendengar, dekat dan mengkabulkan.
Andai ALLAH
tidak mendengar maka ALLAH tuli, sifat tuli merupakan suatu kekurangan dan
kekurangan merupakan sifat mustahil, ketika ALLAH bersifatan sama’ maka ALLAH
mustahil bersifat shamamun.
Sekian pada kesempatan ini saya akhiri. mungkin ketika ada
saran dan kritik mohon tulis dikolom komentar. terima kasih. shalom, namo
budhayo, wassalamualaikum, namaste.

Komentar
Posting Komentar