Langsung ke konten utama

Postingan

Kitab "fathul madjid" (bashar) filsafat #12

Sifat yang keduabelas adalah sifat bashor (melihat). Sifat yang ada pada    ALLAH sejak zaman azali. Setiap perkara yang ada bisa terbuka dengan sifat bashar. Sifat bashae berhubungan dengan perkara yang ada, baik berupa zat atau suara. Kita wajib iman terhadap sifat tersebut meski kita tidak tahu caranya hubungan. ALLAH melihat tidak menggunakan mata karena melihat dengan mata merupakan sifat baru yang berada pada makhluk. Sifat bashar tidak melebihi sifat sama’ dan sebaliknya bahkan ALLAH melihat dan mendengar dalam satu masa, berbeda dengan makhluk, pengliatan mereka melebihi pen dengaranya, begitu setebaliknya. Sesungguhnya sifat   sama’ dan bashar berhubungan dengan perkara yang ada. Terbukanya dengan saama’ tidak seperti terbukanya dengan bashar, seperti terbukanya dengan ilmu itu tidak terbuka pada keduanya (sama’   dan bashar) yang mengetahui sejatinya terbuka hanyalah ALLAH. Hubungan sifat sama; dan bashar dinisbatkan   dengan  ...

Kitab "fathul madjid" (sama') filsafat #11

slowly honey, collage, 70x70 ipunknaseh Sifat yang kesebelas adalah sama’ (mendengar) sifat yang ada pada ALLAH yang ada sejak zaman azali, yang  berhubungan dengan perkara yang ada, baik berupa zat dan suara. ALLAH mendengar zat-Nya dengan sifat pedengaran-Nya, begitu seterusnya. Pendengaran ALLAH itu bisa membuka perkara yang ada. Maka ALLAH bisa mendengar pada setiap suara dan zat. Dikatakan : bahwa sesungguhnya pendengaran ALLAH dengan suara itu nyata kalau dengan zat itu tidak nyata. Kita wajib percaya bahwa sifat sama’ itu berhubungan dengan setiap perkara yang wujud, meski kita tidak mengerti. Sifat sama’ ALLAH tidaklah telinga sebagaimana sama’ yang ada pada makhluknya. Sifat sama’ ALLAH juga tidak ada perkara  baru yang mendatangi-Nya, seperti tuli. Dalil ALLAH bersifat sama’ ada pada hadits dan Al-Qur’an: -huwa sami’u bashir -innakum la tadd’uuna asima wa la ghoiban innakum tad’uuna sami’unqoriban mujiba. (sesunggunya kamu tiak berdo’a pada dzat...

Kitab "fathul madjid" (hayyan) filsafat #10

Sifat yang ke sepuluh adalah hayyan. (hidup). Sifat pada diri ALLAH yang wujud sejak azali. Sifat hidup ALLAH tidak dengan nyawa melainkan dengan Dzat yang tanpa pelantaraan sama sekali. Maka ALLAH tidak akan mati. Berbedaa denggan perkara yang baru (makhluk) yang hidup dengan pelantara yaitu nyawa.hidup ALLAH tidak bebrhubungan dengan sesuatu. Dalil ALLAH bersifat hidup adalah: Adanya alam. Andai ALLAH tidak hidup maka ALLAHH akan mati, andai ALLAH mmati maka semua sifat ma’ani akan sirna. Andai sifat ma’ani tidak ada, maka tidak akan ditemuanya alam semesta. Tapi tidak wujudnya alam merupakan suatu perkara yang batal. Ketika ALLAH menetapi sifat mmaani maka ALLAH akan menetapi sifat hidup. Karena sesungguhhnya orang yang kuasa yang mengharapkan sampai akhir sifat ma’ani hannyalah Dzat yang bersifat hidup. Ketika ALLAH menentapi sifat hidup maka mustahil bagi ALLAH bersifat mati. Sekian pada kesempatan ini saya akhiri. mungkin ketika ada saran dan kritik...

Kitab "fathul madjid" (ilmu) filsafat #9

                                                        "tuhan tak perlu dibela" ipunknaseh collage 70x70 menurut pandangan ulama muslim berikut saya bahas sifat yang kesembilan yaitu sifat ilmu ALLAH (Tuhan). Sifat yang ke sembilan adalah ‘ilmu (mengetahui) sifat bagi allah yang wujud saja azali yang menetapi DzatNya ALLAH,menjadi terbuka setiap perkara yang diketahui (ma’lum) baik perkara ituuu wajib, jaiz, dan mustahil secara sempurna selain dhon, syak, wahmi, ketiganya ini mustahil bagi ALLAH, juga tidak bisa terbuka secara sempurna. ALLAH tidak mengikuti Tuhan lain karena mengikuti Ttuhan lain itu mustahil. Karena sesungguhnya taqlid (mengikuti) tidak menerima perkara batal dengan meragukan perkara ragu, maka tidak terjajdi terbuka yang sempurna. Sifat ilmu mempunyai hubungan tanjizu (bagian bagian) yang dahulu, yaitu terbuk...

Kitab "fathul madjid" (irodah) filsafat #8

(Menurut pandangan islam) Sifat yang kedelapan yaitu irodah yang berarti kehendak. sifat bagi ALLAH yang ada sejak azali seperti qodroh. Andai mata hati kita dibuka maka akan melihat (kehendak ALLAH). Sifat itu menempati dzatnya ALLAH yang berhubungan dengan perkara wajib dan mustahil. Juga mendatangkan (mengkhususkan perkara mungkin) terhadap sebagian perkara yang boleh. Kejelasannya makhluk sebelum diciptakan akan menetapi selain sifat seperti warna putih boleh ada warna hitam, merah dan biru. Perkara panjang bisa menjadi pendek, langit boleh ada di bawah, dan bumi boleh diatas. Ketahuilah baha kehendak ALLAH itu mendahului sifat kekuasaannya karena kehendak ALLAH itu berhubuungan dengan sesuatu, yang khusus pada sebagian sifat yang boleh atas perkara tersebut. Manusia sebelum diciptakan boleh putih dan hitam, pendek dan panjang, bertempat pada arah timur dan barat, bertempat pada atas dan bawah. Semuanya membekas terhadap irodah (kehendak), lalu membekas ter...

Kitab "fathul madjid" (qodroh) filsafat #7

"no problem"   ipunknaseh 100x90 AOC 2018 Sifat tuhan menurut pandangan islam Sifat yang ketujuh adalah qodroh, qodroh berarti kuasa. Sifat yang ada pada ALLAH sejak azali yang selalu menepati Dzatnya ALLAH, jadi bisa mewujudkan perkara yang mungkin dan tidak mungkin. Arti dari mewujudkan perkara yang mungkin adalah berhasilnya mengeluarkan perkara mungkin dari tidak ada ke ada, maka terjadilah hubungan sifat qodroh dengan ma’dum (perkara tidak ada) yang menyebabkan adanya ma’dum. Serta qodroh hubungan dengn maujud (perkara ada) yang menyebabkan tidak adanya. Hubungan qodroh dengan maujud dan ma’dum merupakan hubungan tanjazii yang baru maksud hubungan tanjizu ..... adalah hubungan dengan pekerjaan. Sifat qodroh mempunyai hubungan yang suluhi (bagus) sejak azali untuk mewujudkan dan meniadakan. ALLAH menjadikan seseorang itu tinggi atau pendek, hubungan itu khusus pada keadaan yanng ada pada seseorang. Ketahuilah bahwa sifat qodroh tidak berhubungan...

Kitab "fathul madjid" (wahdaniyah) filsafat #6

hancur karena melihat tuhan sifat ALLAH yang keenam yaitu wahdaniyah yang berarti satu. ALLAH bersifat satu didalam dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Arti dari ALLAH bersifat satu di dalam Dzat adalah : Tidak ada yang menyerupai Dzat ALLAH. Dzat ALLAH tidak tersusun dari bagian-bagian itu merupakan sifat-sifat baru dan ALLAH bersih dari sifat sifat baru. Arti ALLAH bersifat satu dalam sifat-Nya adalah: tidak ada seorangpun yang mempunyai sifat, seperti sifat-nya ALLAH. Tidak ada seorangpun yang mempunyai kekuasaan seperti kekuasaannya ALLAH. Begitu seterusnya ALLAH tidak mempunyai 2 sifat yang sama dalam nama dan arti. Seperti dua kekuasaan, 2 kehendak, 2 pengetahuan. tapi ALLAH hanya punya 1 kekuasaan, 1 kehendak, dan 1 pengetahuan. Arti ALLAH bersifat satu dalam perbuatan adalah : semua perbuatan ALLAH tidak ada satupun yang sama dengan perbuatan Makhluk-Nya, baik itu kehendak sendiri ataupun terpaksa. Perbuatan makhluk dengan kehendak sendiri adalah: sebuah pekerjaan, bi...